
"Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi." Teilhard de Chardin
Saat shubuh adalah saat yang paling tepat untuk berkontemplasi. Lepas dari segala yang terjadi pada hari sebelumnya dan sebelum memulai hari yang baru setelah pagi tiba.
Apa yang saya renungkan? Load pekerjaan yang semakin hari semakin berat? Kenaikan gaji dan appraisal posisi yang tak kunjung datang? My relationship with a girl maybe? Intinya, banyak sekali yang berputar-putar di pikiran. Bila dilupakan, pasti akan datang kembali masalah ini. Sepertinya tak bisa lari dari masalah.
Am I living it right? Arvan Pradiansyah pernah menuliskan tentang pentingnya arti dari hidup. "Hidup jangan tertidur. Perlu suatu kesadaran untuk mengubah dari kebiasaan hidup yang monoton dan seakan tanpa tujuan menjadi suatu hidup yang dapat dinikmati. Kesadaran memang bisa diraih dengan cara yang mahal, yaitu melalui pengalaman. Tapi cara yang lebih aman adalah dengan mendengarkan. Yang dimaksud disini adalah mendengarkan pengalaman orang lain dan kemudian membuka mata hati kita untuk mengerti, mempertanyakan dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma kita."
Summary dari Arvan terlihat sangat simple, namun tidak mudah untuk dilakukan. Sulit bagi saya untuk menikmati kerja saya dan berusaha semaksimal mungkin, menikmati posisi saya dalam bekerja, refreshing santai dan olahraga dengan teman dan keluarga. Tidak pernah ada kata untuk terlambat.
No comments:
Post a Comment