Saturday, February 23, 2008

03 - Time

Waktu adalah esensi dalam perjalanan hidup. Setelah dua puluh lima tahun lebih perjalanan hidupku, waktu telah mewarnai setiap momen yang pernah terlintas. Bila aku mencoba membagi hidupku, maka ada tiga bagian yang selalu dilewati oleh waktu.

Bagian pertama. Ini merupakan saat dimana hidup tidak pernah mengalami kesusahan dan kesedihan. Saat dimana lingkungan di sekitarku adalah hitam dan putih. Saat dimana disekitarku adalah canda dan tawa. Mungkin ini adalah saat semasa lahir sampai dengan belajar di sekolah menengah pertama.

Bagian kedua adalah masa dimana hidup selalu resah dan mencari apa arti dari hidup yang sedang ku jalani. Masa ini juga merupakan saat dimana pikiran-pikiran dinamis bermunculan dan lingkungan hidup yang ku jalani menjadi abu-abu. Kehidupan dalam masa ini selalu dipenuhi gejolak baik dari luar maupun dari dalam. Perasaan ingin dihargai dan egoisme yang besar sangatlah dominan dalam hidupku. Cinta kepada seseorang atau sesuatu dapat melebihi cinta kepada zat yang menciptakan ruh diriku. Tapi dari masa ini pula, aku mengalami momen-momen terindah dalam hidupku dan bisa jadi momen-momen tersedih dalam hidupku. Bila kuterapkan dalam waktu, jenjangnya bermulai dari saat kelas satu sma di ISY sampai dengan lulus S2 di NTU.

Bagian yang terakhir yang memang sedang ku jalani adalah masa dimana hidup selalu ingin berkembang dan maju berdasarkan nilai-nilai yang kudapatkan pada bagian sebelumnya. Masa ini merupakan saat dimana hidup ku dibenturkan oleh segala macam nilai sosial yang membuat kepalaku serasa mau pecah. Saat dimana lingkungan sekitarku menjadi kelompok-kelompok yang didalamnya terdapat semua unsur warna. Perasaan egoisme berubah menjadi perasaan ingin berbagi dan toleransi. Setiap langkah hidup menjadi suatu langkah yang bisa dijadikan pijakan untuk maju ke langkah berikutnya. Masa ini adalah masa dari saat kali pertama bekerja di Perusahaan ini sampai dengan sekarang. Dan, hidup masih terus berlanjut dan waktu terus bergulir. Sampai kapan?

"
Janganlah engkau yakin akan melihat hari esok
Karena sesungguhnya yang paling dekat dengan engkau adalah kematian
Semoga hati kita selalu diingatkan akan pastinya datang hari kematian
Maka jauhilah kemaksiatan dan zina
"

No comments: